<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Status Hukum</title>
	<atom:link href="http://statushukum.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://statushukum.com</link>
	<description>Hukum, pidana, perdata, islam, internasional, negara indonesia, Pengertian, administrasi, adat, kasus, makalah, hukum, contoh, HAM, Definisi, ilmu hukum, dagang, bisnis, sistem, arti, fakultas, artikel, politik, teori, ekonomi, sejarah, hubungan, perkawinan, penegakan, peraturan.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jun 2013 13:17:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ruang Lingkup Hukum Islam</title>
		<link>http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html</link>
		<comments>http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 13:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>status hukum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Lingkup Hukum Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://statushukum.com/?p=3176</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ruang Lingkup Hukum Islam Ruang lingkup hukum islam dalam makna syariah islam sangat luas. Oleh karena ruang lingkup hukum islam dalam makna syariah islam meliputi seluruh ajaran islam, baik yang berkaitan dengan keimanan, amaliah ibadah ataupun akhlak. Berbeda apabila ruang lingkup hukum islam yang dimaksud adalah ilmu fiqih. Ilmu fiqih itu sendiri merupakan bagian dari [...]</p><p>Source: <a href="http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html">Ruang Lingkup Hukum Islam</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center"><b>Ruang Lingkup Hukum Islam</b></h2>
<p><strong>Ruang lingkup hukum islam</strong> dalam makna syariah islam sangat luas. Oleh karena <a title="Hukum" href="http://statushukum.com/"><b>ruang lingkup hukum islam </b></a>dalam makna syariah islam meliputi seluruh ajaran islam, baik yang berkaitan dengan keimanan, amaliah ibadah ataupun akhlak. Berbeda apabila <em>ruang lingkup hukum islam</em> yang dimaksud adalah ilmu fiqih. Ilmu fiqih itu sendiri merupakan bagian dari syariah, sehingga <a title="Hukum Islam 5 Perkara" href="http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html">ruang lingkup hukum islam</a> dalam makna ilmu fiqih lebih sempit daripada <span style="text-decoration: underline;">ruang lingkup hukum islam</span> dalam makna syariah islam.</p>
<h3><b>Pendapat mengenai Ruang Lingkup Hukum Islam</b></h3>
<p>Berikut ini adalah <a title="Hukum Islam" href="http://statushukum.com/hukum-islam.html">ruang lingkup hukum islam</a> atau syariah islam, antara lain:</p>
<ol>
<li>Hubungan manusia dengan Tuhannya secara vertikal diantaranya meliputi, shalat, puasa, zakat, naik haji dan lain sebagainya;</li>
<li>Hubungan manusia muslim dengan sesama muslim antara lain meliputi, tolong menolong, bekerja sama, sillaturrahmi dan lain sebagainya;</li>
<li>Hubungan manusia dengan sesama manusia, antara lain meliputi tolong menolong, mewujudkan perdamaian, bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan dan lain sebagainya;</li>
<li>Hubungan manusia dengan alam di lingkungan sekitarnya dan alam semesta;</li>
<li>Hubungan manusia dengan kehidupan, yakni hidup dengan berusaha mencari karunia Allah yang halal, mensyukuri nikmat-Nya, dan lain sebagainya.</li>
</ol>
<p>Ruang lingkup hukum islam<b> </b>sebagaimana disebutkan diatas, ranahnya sangat luas. Syariah islam mencakup segala hal yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Rasul. Adapun fiqih, juga bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Rasul yang dirumuskan berdasarkan ijtihad para ahli hukum islam.</p>
<p>Selain ruang lingkup sebagaimana dimaksud diatas, terdapat pula pendapat lain mengenai ruang lingkup hukum islam sebagaimana ditulis oleh Mustafa Ali, dalam buku yang berjudul Hukum dalam Perspektif Hukum Islam, yang menyebutkan bahwa ruang lingkup syariah islam meliputi beberapa hal sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Munakahat, yakni mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan;</li>
<li>Wirasah, yakni mengatur segala hal yang berhubungan dengan waris (pewarisan);</li>
<li>Muamalat, yakni mengatur segala hal yang berhubungan dengan jual-beli dan sewa menyewa serta pinjam meminjam dan lain sebagainya;</li>
<li>Jinayat, yakni mengatur segala hal mengenai perbuatan yang dapat diancam dengan hukuman pidana;</li>
<li>Al-ahkam as-sulthaniyah, yakni mengatur segala hal yang berhubungan dengan hukum tata negara;</li>
<li>Siyar, yakni mengatur segala hal yang berkaitan dengan peperangan;</li>
<li>Mukhasamat, yakni mengatur segala hal mengenai peradilan dan kehakiman serta hukum acara.</li>
</ul>
<p><a href="http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html/ruang-lingkup-hukum-islam" rel="attachment wp-att-3177"><img class="aligncenter size-full wp-image-3177" alt="Ruang-Lingkup-Hukum-Islam" src="http://statushukum.com/wp-content/uploads/2013/06/Ruang-Lingkup-Hukum-Islam.jpg" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Selain itu, terdapat pula pendapat Fathi Osman, yang menyatakan bahwa ruang lingkup hukum islam, antara lain meliputi:</p>
<ul>
<li>Al ahkam as-syakhsiyah atau hukum perorangan</li>
<li>Al ahkam al-madaniyah atau hukum kebendaan</li>
<li>Al ahkam al-jinaiyah atau hukum pidana</li>
<li>Al ahkam al-murafaat atau hukum perdata</li>
<li>Al ahkam al-dusturiyah atau hukum tata negara</li>
<li>Al ahkam al-iqtishadiyah atau hukum ekonomi dan keuangan</li>
</ul>
<p>Demikianlah artikel mengenai ruang lingkup hukum islam semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p>Source: <a href="http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html">Ruang Lingkup Hukum Islam</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://statushukum.com/ruang-lingkup-hukum-islam.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Islam 5 Perkara</title>
		<link>http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html</link>
		<comments>http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2013 00:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>status hukum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam 5 Perkara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://statushukum.com/?p=3172</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hukum Islam 5 Perkara &#160; Pada kesempatan ini kami bermaksud mengurai sedikit perihal hukum islam 5 perkara. Hukum islam 5 perkara yang dimaksud disini adalah yang disebut dengan rukun iman. Hukum islam 5 perkara tersebut merupakan asas dalam islam dan menjadi landasan bagi tegaknya islam, demikianlah menurut Abul ‘Abbas Al-Qurtubi. &#160; Hukum Islam 5 Perkara [...]</p><p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html">Hukum Islam 5 Perkara</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;" align="center"><b>Hukum Islam 5 Perkara</b></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini kami bermaksud mengurai sedikit perihal <strong>hukum islam 5 perkara</strong>. Hukum islam 5 perkara yang dimaksud disini adalah yang disebut dengan rukun iman. <a title="Hukum" href="http://statushukum.com/">Hukum islam 5 perkara</a> tersebut merupakan asas dalam islam dan menjadi landasan bagi tegaknya islam, demikianlah menurut Abul ‘Abbas Al-Qurtubi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Hukum Islam 5 Perkara </b></h3>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah hadist yang menjelaskan mengenai hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu &#8216;anhuma berkata bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mendengar Rasulullah SAW, bersabda bahwa:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>&#8220;Islam didirikan diatas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan&#8221;</i></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Hukum islam 5 perkara</em> ini merupakan ciri khas orang muslim. <a title="Hukum Islam" href="http://statushukum.com/hukum-islam.html">Hukum islam 5 perkara</a> atau 5 Perkara dalam rukun iman tersebut, merupakan pedoman umum seorang muslim dalam beribadah kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selanjutnya, rukun islam dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pertama, adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.</li>
<li>Kedua, adalah mendirikan shalat.</li>
<li>Ketiga, adalah menunaikan zakat.</li>
<li>Keempat, adalah puasa pada bulan Ramadhan dan</li>
<li>Kelima, adalah haji ke Baitullah Al-Haram.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Mengucapkan dua kalimat syahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Utusan Allah. Kedua kalimat syahadat tersebut, diikrarkan itu dengan lidah dan maknanya ditasdiqkan ke dalam hati. Sedangkan shalat, zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji merupakan ibadah yang wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan ketentuan sebagaimana firman Allah dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Khususnya ibadah haji hanya dapat dilaksanakan bagi mereka yang mampu untuk melaksanakannya. Meskipun demikian, semua umat islam sebaiknya berupaya dengan sungguh-sungguh agar diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji.</p>
<p style="text-align: justify;"> <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html/hukum-islam-5-perkara" rel="attachment wp-att-3173"><img class="aligncenter size-full wp-image-3173" alt="Hukum-Islam-5-Perkara" src="http://statushukum.com/wp-content/uploads/2013/06/Hukum-Islam-5-Perkara.jpeg" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah <a title="Hukum Islam Memelihara Anjing" href="http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html">hukum islam 5 perkara</a> yang dapat diuraikan melalui artikel ini. Semoga kita semua dapat melaksanakan <span style="text-decoration: underline;">hukum islam 5 perkara</span> dan menunaikan kewajiban sebagai umat islam sejati dan beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian, semoga artikel mengenai hukum islam 5 perkara ini dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html">Hukum Islam 5 Perkara</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://statushukum.com/hukum-islam-5-perkara.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Islam Memelihara Anjing</title>
		<link>http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html</link>
		<comments>http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 10:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>status hukum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam Memelihara Anjing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://statushukum.com/?p=3168</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hukum Islam Memelihara Anjing &#160; Hukum islam memelihara anjing merupakan salah satu hal yang patut untuk diketahui, utamanya bagi yang muslim. Hal ini disebabkan karena memelihara anjing saat ini sepertinya sudah menjadi tren bagi masyarakat. Banyak diantara muslim kurang memahami dan pada akhirnya ikut-ikutan memelihara anjing, tanpa mengetahui bagaimana hukum islam memelihara anjing. Sehubungan dengan [...]</p><p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html">Hukum Islam Memelihara Anjing</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;" align="center"><b>Hukum Islam Memelihara Anjing</b></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hukum islam memelihara anjing</strong> merupakan salah satu hal yang patut untuk diketahui, utamanya bagi yang muslim. Hal ini disebabkan karena memelihara anjing saat ini sepertinya sudah menjadi tren bagi masyarakat. Banyak diantara muslim kurang memahami dan pada akhirnya ikut-ikutan memelihara anjing, tanpa mengetahui bagaimana <a title="hukum" href="http://statushukum.com">hukum islam memelihara anjing</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan hal tersebut, melalui artikel ini kami ingin berbagi mengenai <em>hukum islam memelihara anjing</em> yang penting untuk diketahui bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Hukum Islam Memelihara Anjing</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan mengenai <a title="Hukum Islam Tentang Waris" href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html">hukum islam memelihara anjing</a> merujuk pada hadist Rasulullah SAW. Diantara beberapa hadist mengenai hukum memelihara anjing dalam islam adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>“Barangsiapa memelihara anjing maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak”</i></p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>“Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu”</i></p>
<p style="text-align: justify;">Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>”Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.”</i></p>
<p style="text-align: justify;" align="center">(HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hadist tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa <span style="text-decoration: underline;">hukum islam memelihara anjing</span> adalah dilarang. Memelihara anjing dibolehkan kecuali untuk kepentingan berburu, menjaga hewan ternak atau untuk menjaga tanaman dari gangguan pencuri atau binatang lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Najis dan Anjing</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Para ulama telah sepakat bahwa najis yang ditimbulkan oleh anjing termasuk najis mughaladhah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>“Sucinya bejana salah seorang di antara kalian ketika dijilat anjing, adalah dengan cara membasuhnya sebanyak tujuh kali, yang pertama dicampur dengan tanah”</i></p>
<p style="text-align: justify;" align="center">(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun para ulama masih berbeda pendapat soal apakah anjing itu merupakan najis keseluruhan atau hanya bagian-bagiannya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Imam Hanafi, najis yang ditimbulkan dari anjing adalah bersumber dari air liur, mulut dan kotorannya. Bagian lain dari anjing tidak menimbulkan najis. Selanjutnya, Imam Maliki berpendapat bahwa tidak semua bagian dari anjing adalah najis, kecuali air liurnya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendapat tersebut, berbeda dengan pendapat yang diberikan oleh Imam Syafi’i dan Imam Hanbali yang menyatakan bahwa seluruh bagian dari tubuh anjing adalah najis yang berat dan bahkan termasuk keringat anjing.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, mungkin kita semua dapat bersepakat bahwa anjing dapat menimbulkan najis dan untuk itu perlu diupayakan untuk dihindari. Selain itu, memelihara anjing di rumah juga dapat menyebabkan malaikat tidak ingin masuk ke dalam rumah. Terdapat hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa:</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><i>“Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar dari makhluk bernyawa”</i></p>
<p style="text-align: justify;" align="center">(HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html/hukum-islam-memelihara-anjing" rel="attachment wp-att-3169"><img class="aligncenter size-full wp-image-3169" alt="Hukum-Islam-Memelihara-Anjing" src="http://statushukum.com/wp-content/uploads/2013/06/Hukum-Islam-Memelihara-Anjing.jpg" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan uraian <a title="Hukum Islam" href="http://statushukum.com/hukum-islam.html">hukum islam memelihara anjing</a> tersebut diatas, kiranya perlu dipertimbangkan kembali alasan-alasan untuk memelihara anjing atau untuk memanfaatkan anjing bagi keperluan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian uraian kami mengenai hukum islam memelihara anjing, semoga artikel mengenai hukum islam memelihara anjing ini dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html">Hukum Islam Memelihara Anjing</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://statushukum.com/hukum-islam-memelihara-anjing.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Islam Tentang Waris</title>
		<link>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html</link>
		<comments>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2013 09:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>status hukum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam Tentang Waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://statushukum.com/?p=3164</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hukum Islam Tentang Waris &#160; Hukum islam tentang waris berbeda dengan pengaturan waris dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Hukum islam tentang waris dapat dilihat secara mendetail dalam buku kompilasi hukum islam. Dalam buku kompilasi hukum islam, terdapat berbagai ketentuan yang telah dibagi dalam beberapa bagian dan pasal, termasuk pula hukum islam tentang waris. &#160; Pengertian [...]</p><p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html">Hukum Islam Tentang Waris</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;" align="center"><b>Hukum Islam Tentang Waris</b></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hukum islam tentang waris</strong> berbeda dengan pengaturan waris dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. <a title="Hukum" href="http://statushukum.com/">Hukum islam tentang waris</a> dapat dilihat secara mendetail dalam buku kompilasi hukum islam. Dalam buku kompilasi hukum islam, terdapat berbagai ketentuan yang telah dibagi dalam beberapa bagian dan pasal, termasuk pula <em>hukum islam tentang waris</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Pengertian Umum dalam Hukum Islam tentang Waris</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapa pengertian umum dalam <a title="Hukum Islam tentang Muamalah" href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html">hukum islam tentang waris</a>, antara lain:</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Pewaris adalah orang yang pada saat meninggal berdasarkan putusan Pengadilan beragama Islam  meninggalkan ahli waris dan harta peninggalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Ahli waris adalah orang yang  mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Harta peninggalan adalah harta yang ditinggalkan oleh pewaris, baik berupa harta benda yang menjadi hak miliknya, maupun berupa hak-haknya</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Harta warisan adalah harta bawaan ditambah bagian dari harta bersama setelah digunakan untuk keperluan pewaris selama sakit sampai meninggalnya, termasuk biaya pengurusan jenazah,  pembayaran hutang dan pemberian untuk kerabat.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Wasiat adalah pemberian suatu benda dari pewaris kepada orang lain atau lembaga, yang akan berlaku setelah pewaris meninggal dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Hukum Islam tentang Waris</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Dalam <span style="text-decoration: underline;">hukum Islam tentang waris</span>, hak waris diberikan kepada keluarga perempuan dan laki-laki. Para ahli waris berjumlah 25 orang, yang terdiri dari 15 orang dari pihak laki-laki dan 10 dari pihak perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahli waris dari pihak laki-laki, antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Anak laki-laki</li>
<li>Cucu laki-laki, yaitu anak laki-laki dan seterusnya kebawah</li>
<li>Bapak</li>
<li>Datuk, yaitu  bapak dari bapak</li>
<li>Saudara laki-laki seibu sebapak</li>
<li>Saudara laki-laki sebapak</li>
<li>Saudara laki-laki seibu</li>
<li>Keponakan laki-laki seibu sebapak</li>
<li>Keponakan laki-laki sebapak</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">10. Paman seibu sebapak</p>
<p style="text-align: justify;">11. Paman sebapak</p>
<p style="text-align: justify;">12. Sepupu laki-laki seibu sebapak</p>
<p style="text-align: justify;">13. Sepupu laki-laki sebapak</p>
<p style="text-align: justify;">14. Suami</p>
<p style="text-align: justify;">15. Laki-laki yang memerdekakan budak</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya adalah ahli waris dari pihak perempuan, antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Anak perempuan</li>
<li>Cucu perempuan</li>
<li>Ibu</li>
<li>Nenek, yaitu ibunya ibu</li>
<li>Nenek dari pihak bapak</li>
<li>Saudara perempuan seibu sebapak</li>
<li>Saudara perempuan sebapak</li>
<li>Saudara perempuan seibu</li>
<li>Isteri</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">10. Perempuan yang memerdekakan budak</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Kewajiban Ahli Waris</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Dalam <a title="Hukum Islam" href="http://statushukum.com/hukum-islam.html">hukum islam tentang waris</a> terdapat kewajiban ahli waris, antara lain:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ahli waris mengurus dan menyelesaikan proses pemakaman jenazah sampai selesai.</li>
<li>Ahli waris menyelesaikan hutang-hutang pewaris seperti, biaya pengobatan dan perawatan. Selain itu ahli waris juga berhak untuk menagih piutang pewaris.</li>
<li>Ahli waris menyelesaiakan wasiat yang ditinggalkan oleh pewaris.</li>
<li>Ahli waris membagi harta warisan diantara ahli waris yang berhak mendapatkan warisan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"> <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html/hukum-islam-tentang-waris" rel="attachment wp-att-3165"><img class="aligncenter size-full wp-image-3165" alt="Hukum-Islam-Tentang-Waris" src="http://statushukum.com/wp-content/uploads/2013/06/Hukum-Islam-Tentang-Waris.jpg" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal pewaris tidak meninggalkan ahli waris sama sekali atau ahli warisnya tidak diketahui, maka harta peninggalan pewaris tersebut atas putusan Pengadilan Agama diserahkan penguasaannya kepada Baitul Maal untuk kepentingan agama Islam dan kesejahteraan umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pasal 49 UU No. 7 Tahun 1989 telah diatur bahwa Pengadilan Agama berwenang untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara kewarisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian artikel mengenai hukum islam tentang waris, kami akan mencoba mengurai lebih mendetail lagi soal-soal hukum islam tentang waris pada artikel-artikel kami yang selanjutnya, semoga artikel mengenai hukum islam tentang waris ini dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html">Hukum Islam Tentang Waris</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-waris.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Islam tentang Muamalah</title>
		<link>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html</link>
		<comments>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2013 06:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>status hukum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam tentang Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://statushukum.com/?p=3158</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hukum Islam tentang Muamalah &#160; Pengertian Muamalah berdasarkan buku ensiklopedia berarti bagian dari hukum islam yang mengatur hubungan antara seseorang dengan orang lain, baik sebagai pribadi maupun sebagai badan hukum. Beberapa contoh hukum islam tentang muamalah berdasarkan pengertian tersebut adalah perjanjian sewa menyewa, perjanjian jual beli, dan lain sebagainya. Menurut ilmu fiqh, muamalah diartikan sebagai [...]</p><p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html">Hukum Islam tentang Muamalah</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;" align="center"><b>Hukum Islam tentang Muamalah</b></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Pengertian </b></h3>
<p style="text-align: justify;">Muamalah berdasarkan buku ensiklopedia berarti bagian dari hukum islam yang mengatur hubungan antara seseorang dengan orang lain, baik sebagai pribadi maupun sebagai badan hukum. Beberapa contoh <strong>hukum islam tentang muamalah</strong> berdasarkan pengertian tersebut adalah perjanjian sewa menyewa, perjanjian jual beli, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut ilmu fiqh, muamalah diartikan sebagai hukum-hukum yang ada hubungannya dengan tindakan manusia dengan masalah-masalah dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, ada pula yang berpendapat bahwa muamalah merupakan hukum yang menyangkut masalah hak dan harta yang dapat muncul dari transaksi seseorang dengan orang lainnya atau yang berbentuk badan hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar dapat lebih memahami mengenai <em>hukum islam tentang muamalah</em>, berikut ini adalah asas <a title="Hukum Islam di Indonesia" href="http://statushukum.com/hukum-islam-di-indonesia.html">hukum islam tentang muamalah</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><b>Asas dalam Hukum Islam tentang Muamalah</b></h3>
<p style="text-align: justify;">Dalam <a title="hukum" href="http://statushukum.com">hukum islam tentang muamalah</a> terdapat beberapa asas yang menjadi pedoman dalam transaksi-transaksi ekonomi. Berikut ini adalah asas<span style="text-decoration: underline;"> hukum islam tentang muamalah</span>, diantaranya adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Para pihak yang bertransaksi harus memenuhi atau melaksanakan kewajiban yang telah disepakati bersama.</li>
<li>Persyaratan dalam transaksi disusun dan dilaksanakan secara bebas dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyimpang dari hukum syara’ serta adab sopan santun.</li>
<li>Setiap transaksi dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dengan kesadaran sendiri.</li>
<li>Islam mewajibkan agar setiap transaksi yang dilakukan oleh para pihak dilandasi dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah SWT. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat terhindar dari segala bentuk penipuan, kecurangan dan penyelewengan. Terdapat hadist yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan. (H.R. Muslim)</li>
<li>Adat kebiasaan atau ‘urf yang tidak menyimpang dari syara’ boleh digunakan oleh para pihak untuk menentukan batasan atau kriteria dalam bertransaksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa apabila dalam proses tawar menawar tidak ditemukan kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka pembeli dapat memilih untuk meneruskan atau tidak transaksi tersebut. Demikian pula bahwa apabila telah dilakukan akad jual beli, lalu salah satu dari mereka telah meninggalkan tempat tersebut, maka transaksi jual beli tersebut tidak dapat dibatalkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"> <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html/hukum-islam-tentang-muamalah" rel="attachment wp-att-3159"><img class="aligncenter size-full wp-image-3159" alt="Hukum-Islam-Tentang-Muamalah" src="http://statushukum.com/wp-content/uploads/2013/06/Hukum-Islam-Tentang-Muamalah.jpg" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian uraian singkat kami mengenai <a title="Hukum Islam" href="http://statushukum.com/hukum-islam.html">hukum islam tentang muamalah</a>. Untuk dapat menyimak uraian lebih lanjut dari kami mengenai hukum islam tentang muamalah anda dapat mengikuti artikel kami yang selanjutnya. Selain itu, kami juga telah mengupload makalah yang berjudul hukum islam tentang muamalah yang dapat anda download pada halaman makalah hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga artikel hukum islam tentang muamalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p>Source: <a href="http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html">Hukum Islam tentang Muamalah</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://statushukum.com/hukum-islam-tentang-muamalah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  statushukum.com/feed/ ) in 4.44109 seconds, on Jun 16th, 2013 at 3:56 pm UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on Jun 23rd, 2013 at 3:56 pm UTC -->
<!-- +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ -->
<!-- Quick Cache Is Fully Functional :-) ... A Quick Cache file was just served for (  statushukum.com/feed/ ) in 0.00016 seconds, on Jun 19th, 2013 at 12:40 am UTC. -->