Hubungan Hukum

Hubungan hukum dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi dalam ranah hukum yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban serta memiliki konsekuensi hukum. Berikut ini akan diuraikan beberapa hal mengenai hubungan hukum.

 

Tentang Hubungan Hukum

Hubungan hukum yang ingin diuraikan dalam artikel adalah hubungan yang terjadi dalam ranah hukum sehingga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Hubungan antara subyek hukum dalam kehidupan sehari-hari memiliki pengertian yang berbeda dengan hubungan hukum. Hubungan dalam kehidupan sehari-hari diciderai oleh sikap dan tindakan yang merugikan atau melukai perasaan seseorang baik karena ingkar janji atau ketersinggungan akibat perilaku seseorang tidak akan menimbulkan akibat hukum kecuali bila didalamnya terdapat tindakan melanggar ketentuan dalam hukum publik, seperti perbuatan melawan hukum.

Demikian halnya bahwa dalam hubungan sehari-hari suatu perjanjian antara seseorang dengan seseorang yang lain hanya bergerak dalam lapangan moral dan mungkin hanya akan sampai pada sanksi sosial jika dianggap merugikan kepentingan umum. Hubungan hukum tidak terbatas pada hal tersebut, karena hubungan dalam hukum telah diikat suatu perjanjian yang karena ingkar atau pelanggaran terhadap perjanjian tersebut akan mengakibatkan suatu konsekuensi hukum atau akibat hukum.

 

Penjelasan Hubungan Hukum

Hubungan hukum dikenal pula dengan istilah rechtsverhouding atau rechtsbetrekking. Hubungan hukum adalah hubungan yang terjadi antara subyek hukum yang satu dengan subyek hukum lainnya dan atau antara subyek hukum dengan obyek hukum yang terjadi dalam masyarakat dimana hubungan tersebut diatur oleh hukum dan karenanya terdapat hak dan kewajiban diantara pihak-pihak dalam hubungan hukum.

Subyek hukum adalah sesuatu yang menyandang hak dan kewajiban. Subyek hukum ada dua bentuk, yakni orang dan badan hukum. Sedangkan obyek hukum adalah segala sesuatu yang diperoleh dengan pengorbanan. Obyek hukum juga biasa disebut dengan benda-benda ekonomi. Oleh karena obyek hukum membutuhkan pengorbanan untuk dapat diwujudkan, maka pengorbanan dan cara mendapatkan obyek hukum tersebut menjadi sasaran pengaturan hukum dan merupakan bentuk perwujudan hak dan kewajiban dari subyek hukum.

Dalam hubungan hukum melekat hak dan kewajiban kepada para pihak didalamnya. Hubungan hukum tesebut merupakan hubungan yang diatur dan diakui oleh hukum sehingga apabila terjadi pertentangan di dalam hubungan hukum terdapat akibat-akibat hukum dan prosedur penyelesaian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Contoh Hubungan Hukum

Hubungan hukum berkaitan dengan perjanjian sesungguhnya lebih banyak daitur berada dalam ranah hukum privat. Secara khusus lagi diatur dalam hukum perikatan. Perikatan dan perjanjian adalah dua hal yang berbeda. Hukum perikatan memiliki makna yang lebih luas daripada perjanjian karena hukum perikatan juga mengatur suatu hubungan hukum yang tidak timbul dari perjanjian atau atas suatu persetujuan.

Hubungan-Hukum
Hubungan Hukum

 

Hubungan Hukum dalam Perkawinan

Selain itu hubungan hukum juga dapat berkaitan dengan hukum perkawinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kaitan hubungan hukum dengan hukum perkawinan oleh karena dalam perkawinan antara suami dan istri memiliki keterikatan secara hukum. Keterikatan secara hukum tersebut melahirkan hak dan kewajiban yang masing-masing diemban oleh pasangan suami istri.

 

Hubungan Hukum dalam Perusahaan

Hubungan hukum juga dapat kita jumpai dalam hubungan antara pegawai atau karyawan dengan pihak perusahaan. Hal ini dikarenakan antara pegawai atau karyawan terikat dalam suatu perikatan kerja baik yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau yang diatur dalam kesepakatan kerja yang biasanya disebut dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) di masing-masing perusahaan. Hubungan hukum ini dalam peraturan perundang-undangan disebut dengan hubungan industrial.

 

Hubungan Hukum dalam Penerbitan Obligasi

Bentuk hubungan hukum lainnya dapat dilihat dalam hal penerbitan obligasi. Surat obligasi merupakan salah satu bentuk surat berharga yang biasanya digunakan oleh perusahaan sebagai salah satu instrumen untuk memperoleh atau menambah modal. Surat obligasi juga biasa disebut dengan istilah surat hutang, yakni surat hutang jangka panjang yang dengan nilai nominal dan jangka waktu tertentu. Penerbitan surat obligasi menimbulkan suatu hubunngan hukum yang diatur tersendiri dalam peraturan perundang-undangan.

Demikian uraian kami mengenai hubungan hukum, kami sarankan anda untuk membaca juga artikel yang membahas mengenai teori hukum, yang telah kami posting sebelumnya dengan judul teori hukum. Akhir kata, semoga artikel mengenai hubungan hukum ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


- Hubungan hukum - - Apa itu hubungan hukum - - arti hubungan hukum - - definisi hubungan hukum -
    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Hubungan Hukum"