Hukum Internasional

Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur aktivitas segala entitas yang memiliki skala internasional atau hubungan antara subyek hukum internasional. Hukum Internasional bagi mereka yang baru pertama kali mendengarnya sering keliru dalam menafsirkan. Mereka yang baru pertama kali mendengar istilah hukum interrnasional biasanya berpikiran bahwa jika ada yang namanya hukum internasional maka pasti ada lembaga-lembaga hukum tertentu yang menegakkannya dan pasti ada juga yang namanya polisi internasional dimana semua negara pasti takut dan harus tunduk kepada polisi internasional tersebut.

Pemikiran tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak juga sepenuhnya keliru. Dalam hukum internasional memang terdapat lembaga-lembaga di tingkat internasional dan memang ada aparat-aparat penegak hukum yang berfungsi untuk menegakkan hukum internasional tersebut, namun dengan cara kerja dan kewenangan yang berbeda seperti yang dimiliki oleh lembaga dan aparat penegak hukum dalam suatu negara. Demikian pula bahwa ruang lingkup hukum internasional memang mengatur seluruh subyek-subyek hukum internasional namun diantara norma-norma atau peraturan hukum internasional ada diantara peraturan atau norma hukum tersebut yang tidak berlaku kepada negara tertentu karena negara yang bersangkutan tidak terlibat dan tidak bersepakatan dengan norma atau hukum internasional tersebut.

 

Sekilas Bidang Hukum Internasional

Hukum internasional merupakan salah satu bidang hukum yang dulunya kurang diminati oleh mahasiswa hukum. Hal ini terjadi karena istilah hukum internasional sangat dekat dengan bahasa asing yang “mungkin” hingga saat ini masih menjadi salah satu mata kuliah yang “ditakuti” bagi mahasiswa. Selain itu, dari segi kompetensi jurusan dalam lapangan pekerjaan relatif sedikit dan pastinya selektif. Namun, perlu diketahui bahwa dewasa ini hukum internasional telah menjadi salah satu bidang hukum yang semakin hari semakin penting untuk didalami. Hal ini terutama disebabkan perkembangan interaksi antar negara-negara di dunia dalam lapangan ekonomi semakin terbuka. Salah satunya indikasinya adalah dengan diterapkannya sistem perdagangan bebas atau yang lebih kita kenal dengan istilah globalisasi di Indonesia.

Globalisasi telah menjadi penanda dihapusnya batas-batas negara dalam jalur perdagangan. Sekarang ini sangat mudah kita menjumpai barang-barang impor di supermarket-supermarket sekitar lingkungan kita. Inilah pertanda bahwa hukum internasional juga menjadi semakin penting untuk di dalami dan semakin terbuka pula lapangan kerja bagi mereka yang menguasai hukum internasional atau minimal cukup memahami hukum internasional.

 

Memahami Istilah Hukum Internasional

Hukum Interrnasional merupakan istilah yang berasal dari bahasa inggris, yakni: “internasional law” atau “common law” atau “law of nation” atau “transnasional law”. Hukum Internasional dalam istilah bahasa perancis disebut dengan “droit internasional”. Terdapat perbedaan istilah hukum internasional dalam bahasa perancis dan bahasa Inggris, yakni pada kata “droit” dan “law” karena istilah “droit” dalam bahasa perancis berarti aturan sedangkan istilah “law” dalam bahasa Inggris berarti hukum. Sehingga dalam kamus bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “hukum antara negara dan hukum bangsa-bangsa”.

 

Ruang Lingkup Hukum Internasional

Kata “Internasional” dalam istilah Hukum Interrnasional menunjukkan bahwa bidang yang dikaji oleh hukum internasional bukanlah hukum yang bersifat lokal atau hanya berlaku di tingkatan lokal (nasional). Hal itu menunjukkan bahwa bidang kajian hukum internasional mencakup hukum yang berlaku bagi negara-negara di dunia, baik negara tersebut sudah tergabung (menjadi anggota) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun negara yang belum tergabung dalam PBB.

Oleh karena ruang lingkup hukum interrnasional yang mencakup negara-negara di dunia, maka hukum internasional juga mengkaji segala hal mengenai organisasi-organisasi dunia, seperti PBB dan united Nations termasuk Piagam Kesepakatan Internasional “United Charter”. Hal ini disebabkan PBB merupakan sebuah badan internasional yang mendukung dan mendorong terciptanya ketentuan atau aturan-aturan internasional (hukum internasional) yang berlaku dan bersifat mengikat bagi anggota-anggotanya.

Hukum-Internasional

 

Subyek Hukum Internasional

Seorang pakar hukum Hans kelsen dulunya berpendapat bahwa yang menjadi subyek hukum internnasional adalah negara. Namun dengan adanya berbagai macam perkembangan interaksi dalam dunia internasional perubahan paradigma dalam hukum internasional, subyek-subyek hukum internasional juga bertambah bukan hanya negara. Hal ini dituangkan dalam Piagam PPB pada pasal 16A bahwa subyek hukum internasional adalah termasuk negara, organisasi-organisasi internasional, palang merah internasional, tahta suci/negara vatikan, pemberontak-pemberontak dan individu.

Dewasa ini hubungan antara subyek-subyek hukum tidak lagi terbatas pada skala nasional. Hubungan tersebut sudah berkembang dan meluas menjadi hubungan diluar batas wilayah negara atau berkembang menjadi hubungan internasional. Dalam hubungan antara subjek hukum tersebut diperlukan pengaturan sehingga terciptalah apa yang disebut dengan pengaturan transnasional dan hukum antar negara yang melewati batas dari satu negara dengan negara yang lain. Pengaturan ini disebut dengan istilah Hukum Interrnasional. Dengan demikian, secara sederhana dapat dikatakan bahwa Hukum Interrnasional merupakan hukum yang mengatur aktivitas segala entitas yang memiliki skala internasional.

 

Pengertian Hukum Internasional

Pengertian hukum internasional adalah :

Hukum Internasional adalah peraturan atau norma-norma hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara subyek-subyek hukum internasional.

Selain itu, hukum interrnasional juga dapat dimaknai sebagai keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan-hubungan yang melintasi batas-batas negara dengan subjek hukum negara dengan negara atau negara dengan subjek hukum bukan negara atau subjek hukum bukan negara dengan subjek hukum bukan negara.

Menurut Hugo De Groot, hukum interrnasional dan hubungan internasional harus didasarkan pada keinginan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara didalam pengaturannya. Hal ini dapat dilakukan demi kepentingan bersama seluruh negara yang bersepakat atau menyatakan diri didalamnya.

Mengenai definisi dan hal-hal lainnya yang terkait dengan hukum interrnasional akan kami bahas lebih lanjut dalam artikel yang berbeda. Demikian, semoga artikel mengenai hukum internasional ini dapat bermanfaat bagi anda.

    Share This Post !

Advertisement

One Response to “Hukum Internasional”

  1. eka an aqimuddin

    Jan 09. 2013

    Salam Kenal

    Wah, situs yang informatif tapi artikel hukum internasional sedikit sekali. Saya tunggu update-an artikel-artikel hukum internasionalnya.
    Semoga sukese selalu.

    Salam

    eka_aa

    Reply to this comment

Komentar terhadap "Hukum Internasional"