Hukum Islam Mewarnai Rambut

Hukum islam mewarnai rambut sebenarnya diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menyelisihi ahli kitab diantaranya dalam masalah uban. Berikut ini uraiannya. Sebelum kami menguraikan lebih lanjut mengenai hukum islam mewarnai rambut, kami menyarankan anda untuk membaca uraian kami mengenai hukum islam yang telah kami posting dengan judul hukum islam.

 

Hukum Islam Mewarnai Rambut

Hukum Islam Mewarnai Rambut sebagai ketentuan dalam islam diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menyelisihi ahli kitab diantaranya dalam masalah uban. Namun, hukum islam mewarnai rambut saat ini sepertinya belum banyak yang mengetahui dan memahaminya. Fenomena mewarnai rambut dengan berbagai warna yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah telah menjadi tren bagi sebagian besar kalangan, utamanya kalangan remaja. Tentu saja hal ini tidak lepas dari massive-nya kampanye iklan produk pewarna rambut yang menunjukkan kelebihan yang dimiliki bagi mereka yang menggunakan produk tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, melalui artikel ini kami ingin mengurai sedikit mengenai hukum islam mewarnai rambut, agar hukum islam mewarnai rambut dapat diketahui oleh para pembaca di situs ini.

 

Perintah Untuk Menyelisihi Ahli Kitab

Sesungungguhnya mewarnai rambut sangat diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menyelisihi ahli kitab di antaranya terkait dengan masalah uban. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, bahwa:

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka”

(Muttafaqun alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Hukum Islam Mewarnai Rambut dengan Daun Pacar dan Inai

Dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, bahwa:

Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna (daun pacar) dan katm (inai).

(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasai. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hal ini menunjukkan bahwa menyemir uban dengan hinna atau daun pacar dan katm atau inai adalah hal yang paling baik. Akan tetapi boleh juga menyemir uban dengan selain keduanya, yaitu dengan menggunakan al wars atau biji yang dapat menghasilkan warna merah kekuning-kuningan. Selain itu dapat pula menggunakan zafaron yang biasa juga digunakan oleh sebagian sahabat untuk menyemir uban mereka.

Abu Malik Asy-jaiy dari ayahnya, beliau berkata, bahwa:

Dulu kami menyemir uban kami bersama Rasulullah SAW dengan wars dan zafaron.

(HR. Ahmad dan Al Bazzar. Periwayatnya adalah periwayat kitab shahih selain Bakr bin Isa, namun dia adalah tsiqoh terpercaya-. Lihat Majma Az Zawaid)

Al Hakam bin Amr mengatakan, bahwa:

Aku dan saudaraku Rofi pernah menemui Amirul Muminin Umar (bin Khaththab). Aku sendiri menyemir ubanku dengan hina (pacar). Saudaraku menyemirnya dengan shufroh (yang menghasilkan warna kuning). Umar lalu berkata: Inilah semiran Islam. Umar pun berkata pada saudaraku Rofi: Ini adalah semiran iman.

(HR. Ahmad. Di dalamnya ada Abdurrahman bin Habib. Ibnu Main mentsiqohkannya. Ahmad mendhoifkannya. Namun periwayat lainnya adalah periwayat yang tsiqoh. Lihat Majma Az Zawaid)

Hukum-Islam-Mewarnai-Rambut
Hukum Islam Mewarnai Rambut

 

Hukum Islam Mewarnai Rambut dengan Warna Hitam

Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, bahwa:

Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban).

Lalu Rasulullah SAW bersabda, bahwa:

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam

(HR. Muslim). Ulama besar Syafiiyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam.

Ketika menjelaskan hadits di atas An Nawawi Rahimahullah mengatakan, Menurut madzhab kami (Syafiyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat.

Ada pula yang mengatakan bahwa hukum menyemir rambut dengan warna hitam hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah SAW, bahwa:

hindarilah warna hitam

Demikianlah hukum islam mewarnai rambut agar dapat diketahui dan bermanfaat bagi kita semua. Artikel mengenai hukum islam mewarnai rambut ini disadur dari beberapa artikel pada beberapa situs, termasuk dari rumaysho.com, yang diasuh oleh Ust. Muhammad Abduh Tuasikal.

Demikian uraian mengenai hukum islam mewarnai rambut. Kami juga menyarankan anda untuk membaca uraian kami mengenai materi dalam hukum islam yang telah kami posting dalam artikel dengan judul Materi Hukum Islam. Akhir kata, semoga artikel mengenai hukum islam mewarnai rambut ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Hukum Islam Mewarnai Rambut"