Hukum Islam tentang Muamalah

Hukum Islam tentang Muamalah

 

Pengertian

Muamalah berdasarkan buku ensiklopedia berarti bagian dari hukum islam yang mengatur hubungan antara seseorang dengan orang lain, baik sebagai pribadi maupun sebagai badan hukum. Beberapa contoh hukum islam tentang muamalah berdasarkan pengertian tersebut adalah perjanjian sewa menyewa, perjanjian jual beli, dan lain sebagainya.

Menurut ilmu fiqh, muamalah diartikan sebagai hukum-hukum yang ada hubungannya dengan tindakan manusia dengan masalah-masalah dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, ada pula yang berpendapat bahwa muamalah merupakan hukum yang menyangkut masalah hak dan harta yang dapat muncul dari transaksi seseorang dengan orang lainnya atau yang berbentuk badan hukum.

Agar dapat lebih memahami mengenai hukum islam tentang muamalah, berikut ini adalah asas hukum islam tentang muamalah.

 

Asas dalam Hukum Islam tentang Muamalah

Dalam hukum islam tentang muamalah terdapat beberapa asas yang menjadi pedoman dalam transaksi-transaksi ekonomi. Berikut ini adalah asas hukum islam tentang muamalah, diantaranya adalah:

  1. Para pihak yang bertransaksi harus memenuhi atau melaksanakan kewajiban yang telah disepakati bersama.
  2. Persyaratan dalam transaksi disusun dan dilaksanakan secara bebas dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyimpang dari hukum syaraâ?? serta adab sopan santun.
  3. Setiap transaksi dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dengan kesadaran sendiri.
  4. Islam mewajibkan agar setiap transaksi yang dilakukan oleh para pihak dilandasi dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah SWT. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat terhindar dari segala bentuk penipuan, kecurangan dan penyelewengan. Terdapat hadist yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan. (H.R. Muslim)
  5. Adat kebiasaan atau â??urf yang tidak menyimpang dari syaraâ?? boleh digunakan oleh para pihak untuk menentukan batasan atau kriteria dalam bertransaksi.

Perlu diketahui bahwa apabila dalam proses tawar menawar tidak ditemukan kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka pembeli dapat memilih untuk meneruskan atau tidak transaksi tersebut. Demikian pula bahwa apabila telah dilakukan akad jual beli, lalu salah satu dari mereka telah meninggalkan tempat tersebut, maka transaksi jual beli tersebut tidak dapat dibatalkan lagi.

 Hukum-Islam-Tentang-Muamalah

Demikian uraian singkat kami mengenai hukum islam tentang muamalah. Untuk dapat menyimak uraian lebih lanjut dari kami mengenai hukum islam tentang muamalah anda dapat mengikuti artikel kami yang selanjutnya. Selain itu, kami juga telah mengupload makalah yang berjudul hukum islam tentang muamalah yang dapat anda download pada halaman makalah hukum.

Semoga artikel hukum islam tentang muamalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Advertisement

No comments.

Leave a Reply