Hukum Islam Tentang Pernikahan

Hukum islam tentang pernikahan adalah ketentuan dalam hukum islam yang mengatur perihal pernikahan. Banyak hal yang perlu diketahui dalam ketentuan itu. Untuk itu kami akan coba menguraikan beberapa hal terkait dengan hukum islam tentang pernikahan. Sebelum itu, perlu kami informasikan bahwa kami telah membuat uraian mengenai hukum islam yang telah kami posting sebelumnya dalam artikel yang berjudul hukum islam. Jika anda membutuhkan referensi terkait dengan hukum islam, anda dapat menemukan artikel tersebut dengan mengikuti tautan ini, Hukum Islam.

Selanjutnya mari kita simak uraian singkat mengenai hukum islam tentang pernikahan.

 

Hukum Islam Tentang Pernikahan

Telah cukup banyak diulas dalam artikel sebelumnya bahwa hukum islam tentang pernikahan adalah sunnah Rasulullah SAW. Hukum islam tentang pernikahan adalah dianjurkan karena hukum islam tentang pernikahan telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah sebagai sarana bagi pemenuhan tuntutan kemanusiaan yang sangat asasi dan sebagai sarana untuk membina keluarga yang islami berdasarkan al-Quran dan Sunnah.

 

Hukum Islam Tentang Pernikahan : Fitrah

Hukum islam tentang pernikahan sangat dihargai, sehingga suatu ikatan pernikahan ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Penghargaan hukum islam tentang pernikahan ini salah satunya dapat diketahui dari sebuah hadits bahwa Anas nin Malik Anas bin Malik Radliyallahu Anhu berkata bahwa:

“Telah bersabda Rasulullah SAW, yang artinya bahwa barang siapa menikah maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendak ia bertaqwa kepada Allah dalam memeliharanya yang separuhnya lagi”

Hukum Islam tentang Pernikahan
Hukum Islam tentang Pernikahan

Selain itu, islam adalah agama yang tidak menyukai membujang. dapat diketahui dari sebuah hadits bahwa Anas nin Malik Anas bin Malik Radliyallahu Anhu berkata bahwa:

“Telah bersabda Rasulullah SAW, bahwa nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”

 

Hukum Islam Tentang Pernikahan : Kedudukan

Hukum islam tentang pernikahan diwajibkan kepada orang-orang yang memiliki nafsu kuat yang dapat menjerumuskannya untuk berbuat maksiat sementara dia adalah orang memiliki kemampuan, yakni memiliki kemampuan untuk membayar mahar pernikahan dan mampu memberikan nafkah.

Sementara kepada orang yang mampu tetapi masih dapat menjaga nafsunya sehingga terhindar dari perbuatan maksiat, maka pernikahan baginya adalah sunat. Sedangkan kepada orang yang yang tidak ada padanya larangan untuk menikah dan inilah hukum asal pernikahan, maka pernikahan baginya adalah harus.

Selanjutnya, kepada mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah lahir dan bathin kepada istrinya, selama tidak memberikan kemudharatan kepada istrinya, maka baginya pernikahan adalah makruh. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memberi nafkah lahir dan bathin kepada istrinya dan dia sendiri adalah orang yang lemah dan tidak memiliki keinginan untuk menikah serta dapat dan akan menganiaya istrinya bila dia telah menikah, maka baginya pernikahan adalah haram.

Demikian uraian singkat mengenai hukum islam tentang pernikahan. Sebagai informasi, kami telah mengupdate informasi mengenai makalah hukum islam. Info mengenai makalah hukum islam tersebut, telah kami posting dalam artikel yang berjudul Makalah Hukum Islam. Akhir kata, semoga artikel mengenai hukum islam tentang pernikahan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Hukum Islam Tentang Pernikahan"