Orang Dalam Hukum

Orang dalam hukum

Orang dalam hukum memiliki pengertian yang lebih mendalam daripada yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam istilah hukum disebut sebagai persoon yakni pembawa hak dan kewajiban di dalam hukum. Orang adalah subyek hukum yang dapat diartikan sebagai manusia (naturlijkpersoon) atau badan hukum (rechtspersoon).

Manusia (naturlijkpersoon) sebagai subyek hukum:

Dewasa ini, setiap manusia dapat dikatakan sebagai pembawa hak dan kewajiban, oleh karena perbudakan telah dihapuskan dalam peradaban sekarang ini.

Berlakunya seseorang sebagai pembawa hak dan kewajiban adalah dimulai sejak ia dilahirkan sampai dengan pada saat ia meninggal. Bahkan bila perlu, anak di dalam kandungan dapat dianggap telah ada dengan syarat anak tersebut dilahirkan hidup.

Kecakapan bertindak dalam hukum:

Meskipun menurut hukum setiap orang dalam hukum tiada yang dikecualikan memiliki hak dan kewajiban, namun perlu diketahui bahwa tidak setiap orang dapat bertindak sendiri dalam melaksanakan hak dan kewajibannya. Terdapat beberapa penggolongan orang dalam hukum yang dinyatakan tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum atau melaksanakan hak dan kewajibannya. Golongan ini terdiri dari orang-orang yang belum dewasa (belum cukup umur) dan mereka yang ditaruh di bawah pengampuan (curatele). Golongan ini harus selalu diwakili oleh orang tua/walinya (bagi yang belum dewasa) dan oleh kuratornya (bagi yang ditaruh di bawah pengampuan.

Kekuasaan orang tua dan perwalian:

Menurut BW, seseorang disebut di bawah umur apabila usianya belum mencapai 21 tahun. Hal ini tidak berlaku apabila seseorang tersebut sudah kawin atau dikecualikan. Orang yang masih berusia dibawah umur berada dibawah kekuasaan orang tua. Apabila salah seorang dari orang tuanya meninggal dunia, maka yang bersangkutan berada dalam perwalian orang tuanya yang masih hidup. Demikian halnya bila orang tuanya bercerai maka ia akan berada dalam perwalian salah satu orang tuanya. Selanjutnya apabila kedua orang tuanya meninggal, maka yang bersangkutan berada dalam perwalian orang lain.

Orang Dalam HukumBadan Hukum (rechtspersoon):

Selain orang (manusia), badan dan atau perkumpulan dapat juga memiliki kekayaan sendiri dan ikut serta dalam seluruh tindakan hukum karena dianggap memiliki hak dan kewajiban. Dengan demikian badan dan atau perkumpulan resmi dapat digugat ataupun menggugat di hadapan Hakim. Badan dan atau perkumpulan dalam ilmu hukum disebut sebagai â??badan hukumâ? atau rechtspersoon, sebagai contoh PT, CV, Yayasan, Koperasi dan lain sebagainya.

Domisili Orang Dalam Hukum:

Setiap orang dalam hukum harus mempunyai tempat tinggal yang dapat dicari atau terdata. Tempat tinggal tersebut dinamakan domisili. Demikian juga halnya dengan Badan Hukum harus mempunyai tempat atau kedudukan. Bagi orang yang tidak memiliki kediaman atau tempat tinggal tertentu, maka domisilinya dianggap ada di mana ia benar-benar secara nyata berada. Domisili atau tempat kedudukan ini sangat penting untuk menetapkan beberapa hal yang terkait dengan tindakan hukum, sebagai contoh: di mana seseorang harus dipanggil, Pengadilan mana yang berwenang untuk memproses kegiatan hukumnya dan atau untuk kepentingan tindakan hukum lainnya.

Demikian artikel mengenai orang dalam hukum, semoga bermanfaat.

    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Orang Dalam Hukum"