Penegakan Hukum

Penegakan hukum adalah proses dilaksanakannya upaya untuk memfungsikan norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam bermasyarakat dan bernegara. Berikut ini akan diuraikan beberapa hal mengenai penegakan hukum.

 

Penegakan hukum

Penegakan hukum merupakan istilah hukum yang sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Sepertinya masyarakat kita sudah sangat memahami apa itu penegakan hukum, sehingga dalam menyebut istilah penegakan hukum “biasanya” dibarengi dengan ungkapan sinis dan keraguan. Setidaknya ini pengalaman penulis dan semoga tidak sama dengan keadaan yang pembaca jumpai di masyarakat.

 

Realitas Penegakan hukum

Penegakan hukum memang telah menjadi persoalan yang hingga saat ini mungkin masih menimbulkan tanda tanya. Bukan tanpa alasan, namun karena secara faktual telah banyak kasus-kasus hukum yang terlewatkan dan gagal dieksekusi oleh aparat penegak hukum.

Menurut Adnan Topan Husodo (Wakil Koord. ICW), selama kurun waktu sepuluh tahun, yakni sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2012 dalam pemantauan ICW telah ditemukan sekitar empat puluh sembilan (49) terpidana dalam kasus korupsi yang putusan terhadap mereka tidak dapat dieksekusi karena berbagai alasan.

Realitas tersebut jelas dapat membuat masyarakat luas menjadi sinis atau ragu terhadap penegakan hukum. Keraguan terhadap penegakan hukum di sisi lain juga akan menurunkan tingkat kesadaran hukum masyarakat. Sehingga yang terjadi adalah kekacauan hukum, dimana penegakan aturan hukum berjalan lambat dan kesadaran hukum masyarakat rendah.

 

Pengertian Penegakan Hukum

Dalam tulisan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH. yang berjudul “Penegakan Hukum” disebutkan bahwa penegakan hukum adalah:

Proses dilaksanakannya upaya untuk menegakkan atau memfungsikan norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Sudut Pandang Penegakan Hukum

Selain itu, penegakan aturan hukum juga dapat ditinjau dari sudut subyek dan sudut obyek penegakan hukum. Sudut subyek penegakan aturan hukum dapat dibedakan menjadi dua, yakni dalam arti sempit dan dalam arti luas.

Dalam arti sempit, penegakan hukum dari segi subyeknya dapat diartikan sebagai upaya aparat penegak hukum untuk menjamin dan memastikan aturan hukum berjalan sebagaimana mestinya, dimana aparat penegak hukum tersebut, apabila diperlukan dapat menggunakan daya paksa untuk menegakkannya.

Dalam arti luas, penegakan aturan hukum dari segi subyeknya dapat diartikan sebagai keterlibatan seluruh subyek hukum dalam setiap hubungan hukum untuk penegakan hukum.

Selanjutnya, penegakan hukum dari sudut pandang obyeknya atau hukum itu sendiri juga dapat dibedakan dalam arti luas dan sempit. Penegakan hukum dalam arti luas dapat berarti penegakan hukum yang mencakup atau meliputi nilai-nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat dan nilai-nilai keadilan yang terkandung dalam hukum formal itu sendiri.

Penegakan hukum dari aspek obyeknya dalam arti sempit dapat diartikan sebagai penegakan hukum yang sebagaimana yang tertuang dalam aturan yang tertulis atau formal.

Penegakan-Hukum
Penegakan Hukum

 

Aparatur Penegakan Hukum

Aparatur penegak hukum dapat diartikan sebagai sebagai seluruh institusi dan aparat penegak hukum yang terlibat dalam proses penegakan hukum. Setidaknya ada 3 elemen penting yang mempengaruhi kinerja penegakan aturan hukum, antara lain: institusi penegak hukum termasuk sarana dan prasarana yang mendukung dan mekanisme atau tata kerja yang berlaku di lembaga tersebut. Selanjutnya adalah budaya kerja aparat penegak hukum termasuk kesejahteraannya. Selanjutnya yang ketiga adalah peraturan yang mendukung kinerja lembaga penegak hukum, baik hukum materil maupun hukum acara.

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH. berpendapat bahwa persoalan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini bukan hanya terletak pada persoalan peneegakan hukum. Oleh karena peenegakan aturan hukum iu sendiri hanya dapat terwujud apabila hukum yang hendak ditegakkan mencerminkan nilai-nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat. Dengan kata lain, dalam rangka peenegakan aturan hukum diperlukan pula pembaharuan atau pembentukan peraturan hukum yang baru.

Oleh karena itu terdapat empat hal penting yang perlu mendapat perhatian, yakni: perlunya pembentukan peraturan baru, perlunya sosialisasi hukum kepada masyarakat, perlunya penegakan aturan hukum dan yang tidak kalah pentingnya untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut adalah perlunya administrasi hukum yang yang efektif dan efisien serta akuntabel.

Demikian uraian kami mengenai penegakan hukum, kami juga menyarankan kepada anda untuk membaca artikel yang membahas mengenai politik hukum di Indonesia yang telah kami posting sebelumnya dengan judul politik hukum. Akhir kata, semoga artikel mengenai penegakan hukum ini dapat bermanfaat.


- elemen elemen penegakan hukum - - penegakan hukum adalah - - apakah penegakan hukum itu -
    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Penegakan Hukum"