Sumber Hukum

Sumber hukum merupakan bahan yang digunakan pengadilan sebagai dasar untuk memutus perkara hukum atau dapat juga berarti sesuatu darimana hukum itu berasal. Sebelum kami menguraikan beberapa hal mengenai sumber hukum, kami menyarankan kepada anda untuk membaca uraian kami mengenai tujuan hukum. Uraian tersebut telah kami posting dalam artikel yang berjudul Tujuan Hukum. Untuk menemukannya, anda dapat mengikuti tautan ini Tujuan Hukum.

Selanjutnya mari kita simak uraian singkat mengenai sumber hukum.

 

Sumber Hukum

Sumber hukum dapat diartikan sebagai bahan-bahan yang digunakan oleh pengadilan sebagai dasar untuk memutus suatu perkara hukum. Sumber dalam hukum merupakan sesuatu darimana hukum itu berasal. Selain itu, sumber hukum juga dapat segala sesuatu yang dapat menimbulkan hukum atau segala sesuatu yang dapat melahirkan hukum.

Terdapat beberapa pendapat dari para pakar hukum mengenai sumber hukum. Pendapat tersebut berbeda satu sama lain, sebagai berikut:

Achmad Sanoesi membagi sumber hukum menjadi 2, yaitu: sumber hukum normal dan sumber hukum abnormal. Sedangkan menurut Algra, sumber hukum dapat dibagi menjadi 2 yakni sumber hukum materil dan sumber hukum formil. Pendapat lainnya adalah dari Van Apeldoorn, yang membagi hukum menjadi 4, yaitu ssumber hukum dalam arti historis, dalam arti teologis, dalam arti filosofis dan dalam arti formil.

Dari beberapa pendapat sebagaimana disebutkan diatas, pendapat yang umumnya dipakai adalah seperti yang disampaikan oleh Algra, yaitu bahwa sumber dalam hukum dapat dibagi 2, yakni sumber hukum materil dan sumber hukum formil.

 

Sumber Hukum Dalam Arti Materil

Sumber hukum dalam arti materil adalah faktor-faktor yang turut serta dalam menentukan isi hukum. Diantara faktor-faktor tersebut antara lain, struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakat, kebiasaan yang tumbuh dan berkembang serta ditaati oleh masyarakat, keyakinan tentang agama dan kesusilaan, kesadaran hukum dan lain sebagainya.

 

Sumber Hukum Dalam Arti Formal

Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang berkaitan dengan masalah prosedur atau tata cara pembentukannya. Sumber hukum dalam arti formal merupakan sumber hukum yang tertulis. Selanjutnya dapat disebutkan sumber hukum dalam arti formal, sebagai berikut:

  • Undang-Undang, yakni peraturan hukum yang berlaku di suatu negara. Undang-Undang merupakan dasar hukum dan pedoman tingkah laku seluruh masyarakat. Di Indonesia, Undang-Undang disusun sebagai pelaksanaan ketentuan dalam konstitusi dan tidak boleh bertentangan dengan konstitusi. Selain itu, Undang-Undang juga menjadi acuan untuk menyusun peraturan hukum lainnya yang secara hirarki kedudukannya berada di bawah Undang-Undang.
  • Traktat, yakni perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih. Perjanjian tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tertentu, namun juga dapat menjadi sumber bagi penyusunan atau pembentukan peraturan hukum.
  • Yurisprudensi, yakni putusan hakim. Putusan hakim terhadap suatu kasus dapat menjadi sumber atau referensi bagi hakim lainnya dalam membuat putusan untuk kasus yang sama. Demikian pula, dapat menjadi sumber atau referensi bagi penyusunan atau pembentukan peraturan hukum.
  • Doktrin, yakni pendapat dari sarjana atau pakar hukum yang telah diakui kepakarannya juga dapat menjadi sumber bagi penyusunan atau pembentukan peraturan hukum.
  • Kebiasaan, yakni perbuatan atau tingkah laku yang telah dilakukan berulang-ulang, sehingga tingkah laku yang menyimpang dari kebiasaan tersebut dianggap pelanggaran.

Selain beberapa sumber yang disebutkan diatas, ada juga yang berpendapat bahwa perjanjian yang dilakukan oleh subyek hukum juga dapat disebut sebagai sumber hukum formil. Hal ini disebabkan perjanjian itu bersifat mengikat secara hukum dan berlaku seperti undang-undang bagi para pihak yang mengikatkan dirinya dalam perjanjian tersebut. Dengan demikian, ketika terjadi sengketa antara para pihak dalam suatu perjanjian, maka perjanjian itu juga menjadi sumber bagi putusan yang akan dibuat oleh hakim. Namun, pendapat ini masih perlu didiskusikan lebih lanjut.

Sumber Hukum
Sumber Hukum

 

Sumber Hukum Dalam Arti Formal Tidak Tertulis

Selain sumber hukum dalam arti formal yang tertulis sebagaimana dimaksud diatas, terdapat juga sumber hukum dalam arti formal yang tidak tertulis, yaitu hukum adat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam catatan mengenai pasal 32 Undang-Undang Dasar 1950, Prof. Soepomo berpendapat bahwa hukum adat adalah synonim dengan hukum tidak tertulis dan itu berarti hukum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif, yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara (DPR, DPRD dan lain sebagainya), hukum yang timbul karena putusan-putusan hakim dan hukum kebiasaan yang hidup dalam masyarakat.

Demikian uraian singkat dari kami mengenai sumber-sumber dalam hukum. Kami juga menyarankan kepada anda untuk membaca uraian kami mengenai tujuan hukum islam. Uraian tersebut telah kami posting dalam artikel yang berjudul tujuan hukum islam. Anda dapat menemukannya dengan mengikuti tautan ini, Tujuan Hukum Islam. Akhir kata, semoga artikel mengenai sumber hukum ini dapat semoga bermanfaat bagi anda.

    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Sumber Hukum"

    Tagging Term :