Sumber-Sumber Hukum

Sumber-sumber hukum dapat diklasifikasikan menurut konteks sumbernya dan dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis sumber hukum, yakni materil dan formil. Sebelum kami menguraikan beberapa hal mengenai sumber-sumber hukum, kami menyarankan kepada anda untuk membaca juga uraian kami mengenai sumber hukum. Uraian tersebut telah kami posting dalam artikel yang berjudul Sumber Hukum. Untuk menemukannya, anda dapat mengikuti tautan ini Sumber Hukum. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam memahami uraian mengenai sumber-sumber hukum. Selanjutnya mari kita simak uraian singkat mengenai sumber-sumber hukum.

 

Konteks Sumber-Sumber Hukum

Dalam ilmu hukum kita mengenal beberapa konteks sumber-sumber hukum. Sumber-sumber hukum tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Sumber-sumber hukum dalam konteks darimana hukum tersebut berasal;
  • Sumber-sumber hukum dalam konteks dimana hukum tersebut berada dan ditemukan;
  • Sumber-sumber hukum dalam konteks hal-hal yang menjadi dasar bagi otoritas dalam membuat suatu ketetapan yang menjadi aturan hukum;

Sumber-sumber hukum tersebut diatas, merupakan sumber-sumber hukum dalam konteks yang dekat dengan pengertian sumber-sumber hukum. Selain sumber-sumber hukum sebagaimana dimaksud diatas, terdapat  yakni:

  • Sumber hukum material
  • Sumber hukum formal

Selanjutnya mari kita telaah sumber-sumber hukum material dan sumber-sumber hukum formal sebagaimana disebutkan diatas.

 

Sumber-Sumber Hukum Materil

Sumber hukum materil merupakan faktor-faktor yang menentukan isi atau muatan suatu aturan atau kaidah hukum. Faktor-faktor yang menjadi penentu bagi isi suatu peraturan hukum bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain faktor filosofis, faktor sosiologis dan faktor historis.

Sumber hukum material biasanya digunakan oleh para pembentuk undang-undang dalam merumuskan muatan atau isi peraturan perundang-undangan agar peraturan perundang-undangan yang dirumuskan relevan dengan kondisi suatu masyarakat dimana peraturan tersebut akan diberlakukan. Sumber-sumber hukum material dalam tata negara dikenal dengan istilah velbron.

 

Sumber-Sumber Hukum Formal

Sumber hukum formal merupakan sumber-sumber hukum yang telah mempunyai bentuk tertentu sehingga kita dapat menemukan dan mengenal suatu bentuk hukum dan menjadi faktor yang memberlakukan dan mempengaruhi kaidah atau aturan hukum.

Sumber hukum formal ini biasanya digunakan oleh para hakim, jaksa dan penasehat hukum sebagai dasar atau pertimbangan untuk membuat putusan, rumusan tuntutan dan atau sebagai nasehat hukum kepada kliennya. Sumber-sumber hukum formil dalam tata negara dikenal dengan istilah kenbron.

Sumber-sumber-hukum
Sumber-Sumber Hukum

 

Selanjutnya beberapa sumber-sumber hukum formal dapat dijelaskan sebagai berikut :

Undang-Undang “Statute”

Undang-undang dalam hukum Indonesia lebih dikenal dengan singkatan UU. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.

Kebiasaan atau “Custom”

Kebiasaan juga dapat menjadi salah satu sumber-sumber hukum karena kebiasaan merupakan perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang. Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

Keputusan Hakim atau “Jurisprudentie”

Keputusan hakim atau yurisprudensi juga dapat menjadi salah satu dari sumber-sumber hukum oleh karena dalam sistem negara hukum kita keputusan hakim dapat dijadikan sebagai pedoman bagi hakim yang lain dalam memutuskan kasus yang sama.

Traktat atau “Treaty”

Traktat ialah perjanjian yang diadakan oleh beberapa negara atau antar negara yang dituangkan dalam bentuk tertentu. Traktat tersebut dapat menjadi sumber bagi pembentukan peraturan hukum.

Pendapat Sarjana Hukum atau “Doktrin”

Yang dimaksud dengan pendapat sarjana hukum disini adalah pendapat seseorang atau beberapa orang ahli hukum terhadap suatu masalah tertentu. Hal ini didukung Piagam Mahkamah Internasional dalam pasal 38 ayat 1, yang menyebutkan bahwa:

Dalam menimbang dan memutus suatu perselisihan dapat menggunakan beberapa pedoman antara lain:

  • Perjanjian-perjanjian internasional atau International conventions;
  • Kebiasaan-kebiasaan internasional atau international customs;
  • Asas-asas hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa yang beradab atau the general principles of law recognized by civilsed nations;
  • Keputusan hakim atau judicial decisions dan pendapat-pendapat sarjana hukum.

Demikian uraian kami mengenai sumber-sumber hukum. Kami juga menyarankan kepada anda untuk membaca uraian kami mengenai tujuan hukum. Uraian tersebut telah kami posting dalam artikel yang berjudul tujuan hukum. Anda dapat menemukannya dengan mengikuti tautan ini, Tujuan Hukum. Akhir kata, semoga artikel mengenai sumber-sumber hukum ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Share This Post !

Advertisement

No comments.

Komentar terhadap "Sumber-Sumber Hukum"

    Tagging Term :